MENITI SENJA....

aku hanya hamba,menanti alam yang gelita,namun bagilah peluang untukku bersuara.

Thursday, April 9, 2009

KEMANA HILANGNYA KASIH SAYANG


MENGAPA dunia hari ini begitu kacau? Mengapa penghuninya berbeda-beda dan berpecah belah dalam berbagai kelompok bangsa, negara, agama, bahasa, budaya, wama kulit dan taraf hidup? Sedangkan semuanya adalah manusia. Berasal dari Adam dan Hawa.

Mengapa manusia ini tidak berada dalarn keadaan berbaik-baik, saling kenal, berhubungan, mempunyai rasa bersarna, bekerjasama, bersatu dan hidup bagaikan saudara? Sedangkan perasaan dan keperluan mereka adalah sama.

Mengapa hubungan antara negara dengan negara dipisahkan oleh jurang yang cukup besar? Sehingga penuh ketegangan, curiga-mencurigai, krisis dan peperangan? Mengapa antara negara dengan negara terdapat dinding besi yang memutuskan hubungan dan sulit bagi penduduk untuk saling ziarah-menziarahi. Bahkan negara yang bertetangga pun saling tidak kenal-mengenal, bersengketa dan bermasalah. Sehingga rakyat antara dua negara yang bertetangga saling tidak tahu-menahu bahwa mereka punya tetangga yang banyak, yang juga manusia seperti mereka. Dan mengapa dalam satu negara pun manusia tidak merasa seperti berada dalam satu keluarga besar? Sedangkan pemimpinnya adalah satu dan negara itu milik bersama. Bahkan sebagian negara mempunyai bangsa, budaya, agama dan bahasa yang sama.

Kemanakah hilangnya rasa bersama dan sikap bekerjasama? Hingga hiduplah manusia nafsi-nafsi (individualis) tanpa mempedulikan dan tidak mahu tahu tentang saudara senegara yang lain.

Demikianlah manusia kehilangan panduan untuk bekerjasama, tolong menolong demi kesempurnaan dan keperluan hidup bersama diantara benua-benua, negara-negara dan individu-individu. Supaya masyarakat manusia berbeda dengan masyarakat hewan dan tumbuhan, dapat hidup penuh harmoni dan bahagia, mengecapi keselamatan dan keamanan sejagat!

Kunci dari perpaduan manusia sejagat adalah kasih sayang. Setiap orang ingin dikasihi. Manusia walau apa bangsa, bahasa, agama dan warna kulit serta dimana saja dia berada, dengan berbagai taraf kedudukannya ditengah masyarakat, dia dilahirkan dengan sifat ingin dikasihi dan suka berkasih sayang. Kalau seseorang terasa diberi kasih sayang oleh orang lain, sekalipun orang itu bukan sebangsa dan seagama dengannya, dia akan suka, jatuh hati dan jinak dengan orang tersebut.

Seorang pemimpin yang sedang mengganas, kalau disiram dengan kasih sayang oleh rakyat dan pengikutnya, akan jadi jinak dan lunak. Seorang ayah yang liar, kalau diberi kasih sayang oleh anak-anak, akan malu, jinak dan berlemah lembut. Demikian rahasia manusia ini. Lahir bersama hati yang ingin dikasihi. Inilah yang dikatakan 'fitrah'. Kasih sayang akan mendekatkan benua dengan benua, negara dengan negara dan mengikat manusia menjadi bersaudara sekalipun berlainan bahasa, bangsa, agama, budaya, warna kulit, berlainan kedudukan dan lain-lain lagi. Rasa ingin dikasih dan cetusan kasih sayang yang demikian, yang ada dalam hati setiap makhluk yang dipanggil manusia ini, adalah rasa yang dibekal dan dianugerahkan oleh ALLAH sejak sesemang itu dilahirkan. ALLAH yang mencipta dan melahirkan manusia ke dunia, telah membekalkan kepada setiap manusia rasa kasih sayang tanpa perlu mempelajarinya, tanpa meminta dan tanpa diusahakan. Ia wujud bersama wujudnya manusia itu. Ia disebut dengan rasa fitrah. Semua manusia memilikinya, baik itu laki-laki atau perempuan, pemimpin atau pengikut,ibu bapak atau anak-anak, suami atau isteri, guru atau murid, tidak memandang bangsa atau agama sekalipun.

Melalui rasa menginginkan kasih sayang ini, manusia hakikatnya adalah sama dan satu. Rasa ingin disayangi itu adalah rasa sejagat. Ia meletakkan manusia sebaris dan tidak ada perbedaan. Jalinan rasa ini, kalau terjadi di antara sesama manusia, akan menjadikan manusia berpadu dan bertimbang rasa. Dan hal ini sepatutnya terjadi karena memang ia merupakan tuntutan dan keperluan setiap jiwa. ia adalah hak asasi batiniah manusia yang wajib ditunaikan. Tiada manusia yang tidak memerlukannya. Tanpanya, manusia akan hilang bahagia. Anak-anak hilang bahagia kalau tidak mendapat kasih sayang dari ibu bapak. Demikian juga ibu bapak akan menderita kalau anak-anak tidak sayang pada mereka. Murid-murid tidak bahagia kalau guru tidak memberi kasih sayang. Sebaliknya guru menderita kalau murid-murid tidak menyayanginya. Isteri menderita kalau tidak disayangi oleh suami. Suarni menderita kalau isteri tidak sayang padanya. Seterusnya, pemimpin ingin disayangi, begitu juga pengikut. Kawan ingin dikasihi, demikian sebaliknya.

Pendeknya manusia ini, walau siapa pun dia, mengharap orang lain mengasihinya. Dia akan menjadi bahagia kalau disayangi. Sebaliknya dia akan menjadi hampa dan kekosongan jiwa kalau orang tidak mengasihinya. Tetapi sungguh malang sekali nasib manusia saat ini, karena meraka telah tidak mendapatkan apa yang diingini dan diperlukan selarna ini. Suami yang ingin dikasihi tidak mendapatkan kasih sayang dari isterinya. Demikian juga isteri tidak mendapat kasih dari suarni, karena suami dan isteri sama-sama tidak pandai memberi kasih walaupun kedua-duanya mengharapkan kasih antara satu sama lain.

Inilah penyakit manusia sedunia, yang menyebabkan mereka hidup dalam keadaan gelisah, tegang, emosional dan kecewa hingga ada yang bunuh diri. Sekalipun dia orang kaya atau banyak ilmunya atau berpangkat tinggi, manusia mengharap dia dikasihi tetapi dia sendiri tidak pandai mengasihi orang lain hingga karena itu dia pun tidak dikasihi.

Bila sesorang itu melakukan sesuatu yang menyebabkan orang lain merasa tersinggung maka kesannya orang lain juga turut tersinggung, hilang rasa simpati dan tidak menghargainya. Maka rasa sakit hati dan benci-membenci akan terjadi terus-menerus dan berkepanjangan. Hingga akhirnya, kasih sayang lenyap sama sekali.

Oleh itu, sangat penting sekali kita usahakan agar kita disayangi, sekaligus menyayangi. Kalau kita seorang anak, usahakan kita disayangi oleh ibu bapak. Kalau kita ibu bapak, usahakan anak-anak sayang pada kita. Dengan sebab itu akan wujudlah dalam satu rumah, orang tua sayang pada anak-anak dan anak-anak sayang pada orang tua. Kalau kita suami, usahakan agar isteri kita sayang pada kita. Kalau kita isteri, usahakan agar disayangi oleh suami. Kalau kita guru sekolah, usahakan agar disayangi murid-murid. Murid-murid pun usahakan agar guru menyayanginya. Pemimpin wajib mengusahakan agar pengikut kasih padanya. Pengikut pun mesti mencari jalan agar pemimpin mengasihinya.

Dalam satu kampung atau negeri terdapat masyarakat majmuk, supaya wujud perpaduan dm keamanan nasional, setiap bangsa sepatutnya mengusahakan agar disayangi oleh bangsa lain. Bila ada usaha dari setiap pihak untuk mengisi keperluan fitrah secara dua arah, maka masing-masing akan merasakan kesenangan dan ketenangan hidup. Dan sana akan timbul pula rasa bersama dan sikap bekerjasama. Maka akan terbinalah masyarakat dan tamadun (peradaban) yang selamat dan menyelamatkan, insya-ALLAH. Masyarakat yang saling berkasih sayang, tentu akan saling maaf memaafkan bila terjadi salah dan khilaf.

Kekhilafan masing-masing tidak diperpanjang, tidak dibesar-besarkan dan tidak menjadi satu masalah. Masing-masing akan bertenggang rasa, dapat berbagi rasa, bahkan sanggup untuk mengutamakan orang lain dari kepentingan sendiri. Krisis dan permusuhan kalaupun terjadi dalam masyarakat, sedikit sekali. Penyakit hasad dengki, jatuh-menjatuhkan, tekan-menekan, tipu-menipu, menganiaya, prasangka, kerusuhan, peperangan demi peperangan, insyaALLAH akan dapat diatasi atau setidak-tidaknya berkurang dengan adanya kasih sayang tersebut.

Itulah masyarakat aman, makmur dan harmoni yang kita idam-idamkan. Dalam A1 Quran, ALLAH menyebut:Negara yang amn makmur dun mendapat keampunan ALLAH. (Saba': 15)

Itulah dunia yang disebut Syurga. Yakni syurga sementara (Al jannatul 'ajilah). Kalau manusia berjaya membina syurga di dunia ini, ada harapan baginya untuk mampu mengusahakan Syurga selepas meninggal nanti. Sebab Syurga di Akhirat lebih susah lagi mendapatkanriya. Kalau syurga di dunia pun tidak diperoleh, jangan harap hendak mendapat Syurga di Akhirat nanti. Jadi sekarang mari kita fikirkan dan usahakan syurga dunia. Dunia hari ini belum lagi menjadi syurga bahkan hampir seperti neraka. Dunia dipenuhi cerita perang, pembunuhan, penindasan, penzaliman, kemungkaran, kemsuhan dan maksiat. Kebaikan kurang sekali, kasih sayang hampir tiada, manakala keadilan, keamanan, keselamatan dan kebahagiaan pupus. Itu bukan syurga namanya!

Jiwa manusia tersiksa karena tidak diberi makan. Tetapi kalau kemiskinan lahir saja yang dirisaukan sedangkan kelaparan jiwa tidak diatasi, maka terjadilah kehidupan yang tidak seimbang. Lahir dan batin tidak seiring atau sejalan lagi. Pada lahirnya manusia bergaul, bermasyarakat dan saling memerlukan tetapi hati mereka masing-masing kosong, berpecah-belah dan berburuk sangka, menyimpan dendam, dengki, benci, bakhil dan lain-lain.

Di dalam A1 Quran dinyatakan: Kamu lihat mereka bersatu padu tetapi hati mereka berpecah-belah. (A1 Hasyr 14)

Jadilah manusia bekerja tetapi dalam keadaan terpaksa, bergaul dan bermesra secara terpaksa, bertugas secara terpaksa, ikut aturan secara terpaksa. Lahirlah masyarakat yang hidup berpura-pura sebagai akibat dari sakit jiwa yang telah melanda kehidupan lahiriah manusia.

Bilamana manusia bekerja dengan terpaksa, hasilnya akan mengecewakan. Pembangunan dan kejayaan tinggal seruan kosong. Masing-masing memikirkan kepentingan sendiri yang tidak selesai-selesai hingga rakyat dan masyarakat terbiar tanpa perhatian dan pembelaan.

Itulah yang sedang terjadi sekarang. Menyedari hakikat itu, marilah kita semua berjuang dan berkorban untuk membina kembali kehidupan berkasih sayang. Mari kita renungkan mengapa orang tidak sayang pada kita dan kita pun tidak sayang pada orang lain. Mengapa orang marah pada kita dan kita pun marah pada orang lain? Mengapa orang benci pada kita dan kita pun benci pada orang lain? Bagaimana hendak memperjuangkan kasih sayang diantara sesama manusia? Kuncinya adalah memperjuangkan Tuhan sehingga Tuhan dijadikan tujuan, dicintai, ditakuti dan dirindui . Maka secara otomatik akan timbul kasih sayang diantara sesama manusia.

1 Comments:

Blogger Yusuf_Obey said...

Salam...Mengapa manusia itu berlainan bangsa, negara, agama, bahasa, budaya, warna kulit? Itulah salah satu tanda kebesaran dan kekuasaan Allah.

Tetapi itu semua tidaklah dipandang oleh Allah. Hanya taqwa menjadi batu ukur darjat manusia di sisi Allah.

http://mindaihsan.blogspot.com/

April 13, 2009 at 3:24 AM  

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

Links to this post:

Create a Link

<< Home